“My general rule of thumb today is that anything the consumer doesn’t have to pay for, they won’t” (Steve Ballmer, Chief Executive Microsoft)
Sudah cukup lama, aku bertanya-tanya dalam hati mengapa model bisnis yang diambil oleh sebagian besar para pemain di Internet adalah menggantungkan sumber pendapatan (revenue) dari iklan. Hal itu berbeda dengan model bisnis sebelumnya (sebagaimana yang dilakukan Microsoft), yaitu menjual produk dan service yang harus dibayar oleh pelanggan.
Ternyata, daya tariknya terletak dari magnitude bisnis advertising yang besarnya 10 kali lipat daripada pasar bisnis software. Informasi yang kuperoleh dari Scobleizer ini membuatku mengerti logika permainan bisnis yang sedang terjadi.
Bahkan, seperti yang diberitakan oleh Time Online, Microsoft pun saat ini sedang berusaha memasuki bisnis advertising dengan mengeluarkan dana $ 6 milyar untuk mengakuisisi aQuantive, perusahaan advertising online yang memiliki spesialisasi dalam kampanye online dengan tujuan konsumen individual. Microsoft tidak mau menjadi yang ketiga di belakang Yahoo dan Google.
Kalau saat ini kita sudah melihat Apple melakukan evolusi strategis dengan mengubah core business dari komputer ke gadget (consumer product), apakah Microsoft akan bergerak dari perusahaan software menjadi advertising agency?
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment