Ada dua model bisnis media online, yaitu gratis atau berbayar. Contoh yang berbayar adalah The New York Times, The Wall Street Journal and the Financial Times.
Sekitar satu bulan yang lalu, The New York Times tidak melanjutkan lagi versi berbayarnya. Bagi sebagian netter, tindakan itu dinilai sebagai kekalahan model bisnis media berbayar karena informasi seharusnya adalah gratis.
Tapi, pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Riset yang dilakukan oleh Matthew Gentzkow, ekonom dari Universitas Chicago menunjukkan bahwa perubahan dari berbayar ke gratis itu bukan menunjukkan kesalahan model bisnis, tetapi karena pasar iklan untuk media online sudah semakin matang sehingga pendapatan iklan bisa melampaui pendapatan dari langganan.
Hasil riset Gentzkow mengenai “Valuing New Goods in a Model with Complementarities: Online Newspapers” [] juga menunjukkan bahwa koran online bukan komplemen dari koran kertas, tetapi bersifat substitute.
Penelitian ini bagus untuk dibaca para pebisnis media (koran, majalah) yang sedang mempertimbangkan strategi antara bisnis media konvensional yang saat ini digelutinya dengan media online.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment