Laptop murah sedang menemukan momentumnya. Awalnya adalah Prof. Nicholas Negroponte dengan proyek OLPC (One Laptop Per Child) yang mengimpikan laptop $100 untuk anak-anak di negara sedang berkembang. Gagasannya adalah not-for-profit.
Ternyata, industri pun tidak mau membiarkan saja proyek itu melenggang sendirian. Pasar laptop murah (yang memiliki pasar sangat besar) membuat para pemain tergiur.
Setelah Intel meluncurkan seri Classmate PC dan seri Eee PC yang digarap bareng Asus, produk-produk laptop murah lain bermunculan. Awalnya OLPC mengisarkan harga $100, tapi kemudian terus membengkak karena harga komponen yang tidak bisa ditekan. Sementara itu, produsen komersial yang tak mematok harga terbawah terus berusaha mencari paduan spesifikasi dan harga untuk first entry user, terutama untuk pasar anak-anak/pelajar.
Indonesia pun tak luput menjadi pasar besar untuk entry user yang sangat sensitif terhadap harga, tapi tak sensitif terhadap kualitas. Yang penting laptop baru. Selain Asus Eee, ada produsen laptop lokal, Zyrex, yang meluncurkan seri Anoa.
Setelah laris manis pada peluncuran Zyrex Anoa berharga 3 jutaan di awal 2008, Zyrex Anoa seri berikutnya akan diluncurkan pada bulan Mei 2008. Seri baru Zyrex Anoa ini diperkirakan harganya Rp 3,5 juta - 3,9 juta.
Kelihatannya harga 4 juta akan menjadi ceiling harga psikologis untuk laptop murah ini. Akankah laptop murah sukses mengikuti fenomena handphone murah? Kelihatannya sih iya.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment