Dalam beberapa waktu lagi, kita akan menyaksikan Google Docs, aplikasi office bikinan Google, dalam versi offline. Versi offline ini adalah lanjutan dari pengembangan Google Docs versi online yang sudah ada sebelumnya.
Apa yang menarik dari berita ini?
Kita sedang memasuki masa implementasi dari sebuah perubahan model bisnis, dari konsep “software as a product” (yang kita beli) dan “software as a service” (yang kita sewa). Juga, dari menyimpan data di desktop menjadi menyimpan data di “cloud”.
Gagasannya sebenarnya bukan barang baru, tapi realisasinya semakin dekat dan nyata. Untuk soal “cloud” sendiri, kita sudah melakukannya ketika kita tak lagi menyimpan data email kita di komputer, tetapi menyimpannya di “cloud” melalui account Gmail kita.
Sebelum Google Docs versi offline ini, sudah ada aplikasi Zoho yang menggunakan konsep serupa. Google Docs ini menjadi pembicaraan karena digerakkan oleh sistem dan kapital besar Google yang ada di belakangnya.
Dengan adanya aplikasi offline, kita dapat mengoperasikan software secara offline. Dan ketika kita online, data kita akan disinkronisasi dengan data yang tersimpan di Internet. Kita dapat menyimpan, mengakses dan mengedit data kita dari manapun, selama kita terhubung dengan “cloud” (Internet).
Ada beberapa implikasi dari model bisnis baru ini.
Bagi user:
- penyimpanan utama kita bukan lagi di desktop, tetapi ada di Internet. (jadi bisa diakses di manapun kita memiliki akses internet)
- kita tidak membutuhkan komputer yang canggih, yang penting adalah koneksi internet dan browser. Semua kecanggihan disimpan di cloud (alias server Internet yang besar dan terpisah-pisah)
- kita tidak membeli produk software, tetapi kita hanya menyewa fungsi (software, penyimpanan, dll). Modelnya bisa gratis, bisa berlangganan. Biaya yang dikeluarkan relatif kecil dibandingkan membeli sebuah produk lengkap.
Bagi developer/bisnis:
- pengembangan bersifat incremental, bukan sebuah “big bang” produk baru.
- pusat aktivitas marketing adalah pelanggan, bukan penjualan produk.
- service penting dan kompetisi meningkat, pelanggan bisa berpindah setiap waktu karena switching cost-nya rendah.
Bagaimana menurut Anda?
1 response so far ↓
1 Danny Gunawan // May 2, 2008 at 2:37 pm
Inovasi yang menarik namun sebenarnya hal tersebut sudah pernah ada sebelumnya (kalau tidak salah salah satunya bernama XDrive) namun sayang sepertinya bisnis tersebut kurang berhasil.
Menurut saya service document storage seperti ini akan banyak digunakan hanya untuk share documents dan bukan untuk confidential documents seperti kontrak, finansial , dsb.
Leave a Comment